'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Silaturahim dalam Rangka Penguatan Ideologi Muhammadiyah
23 September 2016 13:35 WIB | dibaca 733

Silaturahim keluarga besar 'Aisyiyah dan pengelolaan amal usaha 'Aisyiyah se Kabupaten Nganjuk dilaksanakan pada Ahad, 07 Agustus 2016 di hall waterpark Kertosono dalam rangka Sinergitas dan penguatan ideologi Muhammadiyah dengan narasumber bapak Nadjib Hamid, M.Si wakil ketua PWM Jatim yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nganjuk, Jajaran Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Nganjuk, Pimpinan cabang 'Aisyiyah Nganjuk, Karyawan RSI, SD 'Aisyiyah,MTS 'Aisyiyah, dan seluruh guru TK ABA Se Kabupaten Nganjuk. Bapak Nadjib Hamid,M.Si menyampaikan materi bahwa muhammadiyah/'Aisyiyah dalm konteks gerakan pemikiran adalah islam berkemajuan yakni islam yang sesuai dengan syariatnya, tapi juga cocok dengan perkembangan zamannya.Dan organisasi adalah sarana bekerja sama atau bersinergi dalam aspek managerial gerakan islam berkemajuan. terikat dengan AD/ART, pedoman organisasi dan lain-lain. Dalam bermuhammadiyah pakailah manajemen : 1) mengembirakan dan memudahkan (2) Orientasi pada pemecahan masalah (3) Efisien dan Efektif (4) Pro aktif dan melayani (5) Sinergis dan peduli (6) Tertib dan disiplin (7)Transparansi dan jujur. adapun potensi organisasi Muhammadiyah jawa timur saat ini : PDM ada 38 (100% dari 38 kabupaten/kota), PCM ada 518 (77% dari 664 kecamatan), PRM 2.873 (34% dari 8513 Kelurahan/Desa), Anggota ± 10 juta(24 % dari 41.437.769 jumlah penduduk tapi yang tercatat resmi di PWM baru 25.634). Amal usaha terbesar adalah dimiliki oleh amal usaha pendidikan yaitu jumlah TK dan PAUD 'Aisyiyah ada 1.713 sedangkan Rumah Sakit atau RSAB ada 29 dan Universitas ada 6. Pada kesempatan ini bapak Nadjib Hamid mengisahkan beberapa kisah nyata perjuangan para tokoh Muhammadiyah terdahulu diantaranya beliau mengungkapkan komitmen seorang kader terhadap persyarikatan dapat diukur dari seberapa ia sungguh-sungguh menjalankan amanah, ketika tidak tersedia fasilitas, bukan ketika ada fasilitas. kalau kader baru aktif melaksanakan kegiatan karena ada fasilitas, maka komitmennya patut diragukan. Wakil ketua PWM Jatim mengisahkan kemarahan Kyai Dahlan saat salah seorang kadernya mengabarkan batal mengisi pengajian ke solo, gara-gara ketingalan kereta. bagi sang kyai tugas melayani umat tidak boleh terhalang oleh hal-hal teknis seperti transportasi, karena hal itu dapat mengecewakan umat. kyai yakin jika kita sungguh-sungguh menjalankannya pasti ada jalan keluar. orang tersebut (Ki Bagus Hadi Kusumo) segera mencari taksi menuju kota tujuan, benar adanya, di solo ia sudah ditunggu oleh banyak jama'ah yang mau mendengarkan pengajian. dan usai kegiatan, ongkos taksi tersebut diganti secara gotong royong oleh banyak orang.  Ketua PDA Nganjuk Umi Nisa'i Mahmudah, S.Pd menjelaskan bahwa dilingkungan amal usaha 'Aisyiyah terdapat ratusan guru,Dokter,dan karyawan lainnya. Kegiatan ini selain sebagai sarana silaturahim juga untuk memberikan penguatan ideologi dan meningkatkan komitmen bermuhammadiyah. Kisah-kisah pantang menyerah yang disampaikan oleh bapak Nadjib Hamid terdapat dalam buku Fiqih Kekinian, Sehingga warga 'Aisyiyah atau Muhammadiyah bisa membaca buku tersebut untuk inspirasi dalam berdakwah di masyarakat.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari