'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Idea
Home » Idea
Renunganku bukan RenunganMU. BERBURU JAMAAH BOCIL.
26 Juli 2021 11:10 WIB | dibaca 18
oleh: Tutik Murdiati (Bendahara I)

Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Disekitar rumahku Jalan Megantara Kel. Ganung Kidul, Kec. Nganjuk, ada tiga masjid yang cukup besar.  Yang jarak satu dan lainya bisa ditempuh hanya 15 menit saja jalan kaki.  Masjid sebelah selatan agak kecil juga kurang terang pencahayaanya. Jamaahnya cukup banyak termasuk anak-anak. Di Masjid ini biasa dikumandangkan ngaji qur'an walaupun itu rekaman, juga ada pujian walau disaat banyak jamaah yang sedang sholat maupun sedang berdoa.

Masjid sebelah utara situasinya terang benderang ditambah udara sejuk ber AC , jamaahnya juga lumayan kira2 sekitar 30 org. Namun jamaah anak tidak ada kecuali yang ikut orang tuanya.

Sedang dimasjid tempatku , masjid Ahmad Dahlan di kompleks perguruan ‘Aisyiyah Nganjuk sangat luas. Lampunya juga terang benderang jamaahnya lumayan, juga ada sekitar 30 tapi dihapus 0 nya. Berarti nyaris setiap hari hanya ada 3 org. Satu aku, satu imam satu Ceaning Service sekaligus penjaga sekolah . Kadang juga lebih tapi itu bukan jamaah tetap. Yang aku renungkan KENAPA?   Anak-anak atau Bocil-bocil yang ke Masjid selatan itu sebagian juga Santri TPA ku. Sudah saya ingatkan agar sholat di Masjid kita sendiri, bilangnya sepi nggak ada pujiannya.

Suatu saat ketika jamaah sedang sholat bakdal Magrib ada tangan kecil menggapai mik di dekat Imaman, saya lihat dia bukan santriku. Bersama dengan 4 temannya mereka langsung tanpa ijin mengumandangkan takbiran dengan bergantian.

Saat itu memang menjelang malam hari raya Idhul Adha.

Setelah para jamaah selesai sholat, oleh bapak Imam anak-anak dikumpulkan diajari cara takbir yang benar, yaitu harus ada yang memimpin takbir dan yang lainnya menirukan. Alhamdulillah anak-anak senang sekali sehingga ikut sholat isyak terus dilanjutkan takbir lagi sampai malam jam 8.

Oleh Pak Imam dipesan agar besuk ikut sholat subuh dan ada takbiran lagi.

Anak-anak tambah senang dan selama 3 hari ikut sholat subuh, magrib dan isya' karena ada rame-rame takbiran. Anak-anak atau bocil-bocil itu aku rawat dengan baik agar istikomah ikut jamaah disitu. Tapi apa yang terjadi, sekarang masjidku kembali sepi karena tidak ada rame-rame lagi. Juga karena para jamaah setelah sholat berdoa sendiri-sendiri tidak doa bersama. Yang aku khawatirkan lama-lama  masjidku semakin sepi dan nyaris gak ada jamaahnya.

Inilah Renunganku yang mungkin juga RenunganMU, mari situasi dan kondisi ini kita Renungkan bersama.

Wassalam

 @Tutik Murdiati , jamaah tetap Masjid AHMAD DAHLAN.

Shared Post:
Arsip
Idea Terbaru
Berita Terbaru